Viral di Indonesia, Ternyata Begini Sejarah Lato-lato

Foto : Radar Kudus (Jawa Pos)

Lato-lato menjadi permainan yang sedang viral di Indonesia saat ini. Permainan tradisional ini banyak dimainkan oleh seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, bahkan hingga Presiden Joko Widodo yang juga menjajal mainan Lato – Lato yang kini sedang viral.

Presiden Jokowi mencoba bermain Lato-lato saat berkunjung ke salah satu pasar di Subang, Jawa Barat. (Screenshot Video @ridwankamil)

Asal usul lato-lato

Lato-lato ini sangat ikonik sejak jaman 1990an, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan. Sejak Desember 2022 permainan ini kembali viral. Fenomena Lato-Lato memenuhi berbagai laman media sosial saat ini. Peran media sosial membuat Lato-Lato kini dikenal luas oleh berbagai macam kalangan. Meskipun banyak ditemukan di Indonesia sejak zaman dahulu. Namun, ternyata permainan ini muncul pertama kali pada 1960-an lalu mulai populer tahun 1970-an di Amerika. Di Amerika sendiri lato-lato disebut dengan nama clankers.

Material Lato-lato dari kaca

Pada awal kemunculannya, material lato-lato menggunakan kaca dan cara memainkannya yang dianggap sangat berbahaya. Tak jarang pengguna permainan ini membanting clackers dengan keras hingga pecahannnya membuat bertebaran dan mengenai tubuh seseorang.
Permainan yang satu ini nyatanya tidak bertahana lama akibat memakan korban jiwa. Kemudian pada tahun 1970-an di Amerika Serikat, permainan ini sempat dilarang oleh penjabat setempat.

Berasal dari Bahasa Bugis

Asal kata latto-latto merupakan sebutan permainan tradisional yang berasal dari bahasa Bugis. Di daerah Makassar sendiri disebut dengan katto-katto dan, sementara di Pulau Jawa disebut dengan etek-etek.

Manfaat Bermain lato-lato

  1. Lato-lato bisa mengalihkan dan mengurangi dampak kecanduan gawai yang saat ini banyak dialami oleh anak-anak.
  2. Permainan lato-lato bisa menstimulus kemampuan motorik anak, meningkatkan fungsi koordinasi antara kemampuan kognitif dan motorik.

“Fungsi koordinasi antara kognitif dan motorik halus di tangan anak, terjadi ketika anak berusaha memainkan lato-lato hingga menimbulkan bunyi etek-etek,” kata Retno dalam keterangannya diterima MNC Portal, Rabu (11/1/2023)

  1. Melatih anak untuk fokus dan konsentrasi.
  2. Melatih anak menjaga keseimbangan .
  3. Berpotensi memunculkan sikap kompetitif atau mendorong anak untuk mencapai target untuk berjuang sampai bisa memenangkan momen itu.
  4. Permainan Lato-lato juga dapat menjadi healing secara sederhana. Karena permainan ini mampu membuat anak-anak yang memainkannya tertawa, merasakan senang, dengan harga murah dan terjangkau.

Cara bermain lato-lato