Kongkow seri 16: Mengenalkan Eksistensi Perpustakaan melalui Promosi berbasis Digital

Terjadi sebuah kesenjangan antara pemahaman masyarakat tentang perpustakaan dengan transformasi perpustakaan yang telah dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan hasil sebuah studi yang dilakukan oleh OCLC pada Tahun 2008. Pada sebuah studi yang berjudul “From Awareness to Funding: A Study of Library Support in America” melaporkan bahwa masyarakat berpersepsi pustakawan adalah sumber informasi tradisional, padahal pada kenyataannya terdapat banyak perkembangan yang dilakukan oleh pustakawan yaitu dengan menerapkan teknologi informasi pada perpustakaan. Kejadian tersebut merupakan salah satu bukti terdapat krisis terhadap brand perpustakaan secara umum.

Branding menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh perpustakaan dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap perpustakaan. Branding dapat tercipta melalui sebuah kegiatan yaitu Promosi. Promosi yang dilakukan dapat memperkenalkan dan memberi pemahaman lebih kepada masyarakat tentang perubahan yang telah terjadi perpustakaan.

Promosi perpustakaan yang dilakukan juga harus disesuaikan dengan  perkembangan teknologi yang terjadi yaitu dengan melakukan promosi perpustakaan berbasis digital. Maka dari itu untuk memberikan pemahaman kepada pustakawan, UPT Perpustakaan Universitas Jember pada Kongkow seri ke 16 mengangkat tema tentang “Promosi Perpustakaan berbasis Digital”.

Kegiatan kongkow yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2022 ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Pemantik pada kegiatan kongkow kali ini yaitu Ighfirlina Yaumil Akhda, S.IIP, yang merupakan staff UPT Perpustakaan UNEJ. Kegiatan kongkow ini dipandu oleh Choiriyah, S.E, yang merupakan staff Ruang Baca Kampus UNEJ Lumajang.

Ighfirlina Yaumil Akhda selaku pemantik kegiatan kongkow ini menjelaskan terkait dengan pentingnya penerapan promosi berbasis digital di lembaga Perpustakaan, salah satunya yaitu terkait dengan memperkenalkan eksistensi perpustakaan kepada khalayak luas, serta dengan adanya promosi juga dapat meningkatkan pemanfaatan jasa layanan perpustakaan kepada pemustaka secara optimal. Pada kesempatan ini, pemantik juga menerangkan hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan program promosi perpustakaan berbasis digital, diantaranya menyiapkan sumber daya manusia yang memadai, melakukan analisis kondisi, kebutuhan informasi pemustaka serta media promosi yang sesuai untuk pemustaka.

Pada saat merancang sebuah program promosi terdapat langkah-langkah yang perlu dipersiapkan yaitu pertama menentukan objektif (tujuan) serta gol (target) dari sebuah program promosi, kedua mengumpulkan data dari hasil analisis keaadan yang telah dilakukan sebelumnya, membuat roadmap program promosi untuk menentukan jadwal publikasi dari kegiatan promosi, kemudia membuat konten promosi yang sesuai dan terakhir tentu saja melakukan evaluasi dari setiap kegiatan promosi yang dilakukan.

Dari adanya kongkow ini diharapkan bahwa seluruh peserta dapat memahami pentingnya sebuah promosi bagi perpustakaan serta mengetahui hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam merancang sebuah program promosi agar sebuah program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan target yang diharapkan. (igh)