SEMINAR NASIONAL “REVITALISASI PERAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI TEKNOLOGI”

Jember (23/7), UPT Perpustakaan Universitas Jember menyelenggarakaan Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema “Revitalisasi Peran Perpustakaan di Era Disrupsi Teknologi”. Acara yang bertempat di GEDUNG Soerachman Universitas Jember ini diawali dengan presentasi dari 10 peserta call for paper. Pada sesi ini audience yg hadir begitu antusias memberikan pertanyaan kepada presenter yang mempresentasikan paper mereka, beberapa kali terjadi diskusi yang hangat antara presenter dengan audience yang hadir.
Tepat pada pukul 13.00 WIB dilanjut dengan kegiatan seminar nasional yang mendatangkan dua narasumber diantaranya Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA dan Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng. Sc. Kegiatan yang di moderatori oleh Dr. Selfi Budi ini membicarakan terkait fenomena disruptif yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat perkembangan teknologi yang masif.
Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA memaparkan bahwa perpustakaan perlu melakukan reposisi fungsi dan perannya di era disrupsi teknogi dengan memperbaiki tata kelola perpustakaan dari segi layanan maupun sumber daya manusia perpustakaan.

Hal tersebut diperkuat dengan pemaparan materi kedua oleh Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng. Sc. yang berbagi pengalaman Universitas Syiah Kuala dalam menghadapi era disrupsi. Pada kesempatan ini Dosen yang juga menjabat sebagai kepala perpustakaan Universitas Syiah Kuala ini memaparkan tentang inovasi terkait program atau kebijakan yg diterapkan di perpustakaan universitas syiah kuala lengkap dengan manajemen risiko dalam pengendalian disrupsi teknologi.

Pada kegiatan seminar nasional ini peserta yang merupakan praktisi perpustakaan diharapkan dapat mengantisipasi kehadiran era disrupsi teknologi dengan melakukan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan mereka. Mengutip pernyataan Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA , “Disrupsi bukanlah fenomena yang mengganggu dan mengancam keberadaan perpustakaan, namun justru menjadi peluang dan tantangan untuk meningkatkan peran entitas budaya ini seluas-luasnya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu”. (igh)

Siaran ulang dapat diakses di https://youtu.be/P-bJF_mmsLw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*