RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SURAT TUGAS DAN ANALISIS PENERIMAAN SISTEM MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) STUDI KASUS : KPKNL JEMBER

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SURAT TUGAS DAN ANALISIS PENERIMAAN SISTEM MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) STUDI KASUS : KPKNL JEMBER
Soekarno, Musawiru Alam
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember adalah
sebuah lembaga atau instansi pemerintah yang terbentuk dari sebuah proses
transformasi dan reorganisasi yang panjang dalam Departemen Keuangan (KPKNL,
2008). Salah satu tugas KPKNL adalah pelayanan dalam bidang Pengurusan Piutang
Negara dan Lelang. Untuk membantu tugas tersebut KPKNL membutuhkan surat
tugas dalam menjalankan setiap kegiatan yang akan dilakukan untuk memenuhi
pelayanan dalam bidang tersebut.
KPKNL sendiri mengalami kesulitan dalam pengelolaan pengarsipan surat
tugas karena surat tugas yang berjalan saat ini masih kurang efisien dan efektif.
Menurut KPKNL (2008) surat tugas adalah naskah dinas dari atasan atau pejabat
yang berwenang yang ditujukan kepada bawahan atau pegawai lainnya yang berisi
penugasan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi. Pekerjaan
surat tugas ini banyak menyangkut tentang data surat yang harus dicatat atau diolah
secara teratur sehingga segala sesuatu yang menyangkut tentang data surat dapat
mudah ditemukan. Sering kali kesulitan mencari berkas data karena mencari data satu
persatu sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencari surat tersebut,
bahkan seringkali surat tersebut tidak ditemukan karena banyaknya surat yang ada
bertahun-tahun lamanya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem informasi surat
tugas sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Selain itu, untuk mengukur
tingkat penerimaan sistem informasi yang akan dibangun nantinya, penelitian ini
menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengukur tingkat
penerimaan sistem informasi tersebut. Perancangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan
model waterfall. Model waterfall adalah model yang sederhana dengan aliran sistem
yang linier. Adapun tahapan dalam perancangan model waterfall yaitu analisa
kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program dan penerapan
program dan pemeliharaan .
Hasil dari penelitian ini adalah seubah Sistem informasi Surat Tugas memiliki
fitur utama yaitu manajemen surat tugas dan SPD. Selain itu sistem ini juga memiliki
beberapa fitur pendukung yaitu fitur manajemen data pegawai, manajemen surat
perjalanan, tampil dan cetak (surat tugas, SPD, dan surat perjalanan). Kesimpulan
yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah Sistem Informasi Surat Tugas dan
analisis penerimaan sistem dengan TAM. Hasil dari penilaian sistem menggunakan
TAM adalah seberapa besar pengaruh konstruk-konstruk yang ada pada TAM
terhadap penggunaan sistem dari segi kebermanfaatan, kemudahan, sikap, niat dan
penggunaan sesungguhnya terhadap sistem informasi surat tugas.
Source: http://repository.unej.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*