EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (Studi Kasus: Jalan Argopuro- Banyuwangi Sta. 0+000 sampai Sta. 2+600)

EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (Studi Kasus: Jalan Argopuro- Banyuwangi Sta. 0+000 sampai Sta. 2+600)
Susanto, Trio Sagita
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada Jalan Argopuro, Kecamatan
Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur mulai dari Sta 0+000 sampai
dengan Sta 2+600 Dapat disimpulkan bahwa:
Kerusakan yang terjadi sepanjang lokasi penelitian adalah retak kulit buaya
yaitu sebesar 10,643%, retak keriting yaitu sebesar 0,040%, amblas yaitu
sebesar 0,230% , retak pinggir yaitu sebesar 1,227%, retak memanjang dan
melintang sebesar 0,598%, tambalan yaitu sebesar 5,525%, lubang yaitu
sebesar 1,019%, jembul yaitu sebesar 0,234%, retak selip yaitu sebesar
0,002%, dan pelepasan butiran yitu sebesar 0,397%. Sehingga total kerusakan
yang terjadi adalah sebesar 19,917%. Segmen yang mengalami kerusakan
dengan kondisi gagal dan direkomendasikan untuk rekonstruksi adalah segmen
7 dan 8 pada STA 0+600 s/d STA 0+800 serta pada segmen 14 hingga segmen
19 yaitu pada STA 1+300 s/d STA 1+900.
Kondisi keseluruhan jalan yang disurvei dengan nilai PCI yaitu 58,07. Pada
nilai indeks tersebut kondisi jalan berada pada kondisi jalan yang baik (good)
Perencanaan perhitungan ulang tebal lapisan perkerasan perbaikan jalan yang
dihitung dengan menggunakan metode komponen dari peraturan Departemen
Bina Marga Nomor 378/KPTS/1987 menghasilkan struktur perkerasan jalan
memiliki ketebalan sebagai berikut: tebal lapis permukaan 10 cm yang tersusun
dari Laston (MS 744), tebal lapis pondasi atas sebesar 25 cm dari susunan Batu
Pecah, dan tebal lapis pondasi bawah sebesar 63 cm yang terbuat dari material
Sirtu.
Source: http://repository.unej.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*